Thursday, August 7, 2014

Preview Championship 2014/2015 : Sweet Cherries ( AFC Bournemouth )


Background

Musim 2013/2014 adalah kedua kalinya Bournemouth berada di tingkat kedua piramida liga sepanjang sejarah mereka dan mereka memberi kejutan. Tidak berharap banyak kepada tim promosi dari League One yang diasuh Eddie Howe menunjukkan permainan yang fantastis. Mereka mencapai posisi 10 di akhir musim setelah mereka bertarung dengan gagah berani demi tempat di Play-off promosi. Pada akhirnya, Cherries selesai dengan beda enam poin dari posisi terakhir play-off namun mereka memberikan kesan tersendiri kepada banyak orang yang menyaksikan aksi mereka di Championship musim lalu maupun fans mereka sendiri. Ditambah dengan sebuah pertandingan Piala FA melawan Liverpool serta Lewis Grabban mencetak 22 gol untuk menjadi top skor klub membuat banyak pendukung Cherries tersenyum.

Transfer

Kepergian Lewis Grabban ke Norwich City merupakan pukulan besar untuk para fans Bournemouth, namun uang yang klub terima pasti akan diinvestasikan kembali dengan tepat. Terlepas dari kenyataan bahwa Grabban sebagai top skor klub musim lalu dengan 22 gol, dana yang tersedia Bournemouth dapat mengisi lubang yang ditinggalkan Grabban.

Hal itu dibuktikan lewat kedatangan Junior Stanislas, Dan Gosling, serta Callum Wilson yang bergabung dari Burnley, Newcastle dan Coventry City. Stanislas yang beroperasi menyusuri sayap dan kecepatan larinya membuat dia bakat menarik untuk ditonton serta kreativitas Gosling dan kematangan di lini tengah akan disambut Bournemouth.Callum Wilson yang mencetak 21 gol musim lalu bisa menjadi ancaman baru bagi lawan - lawan Cherries.

Key Player

Passion yang sangat terlihat dari Matt Richie
Matt Ritchie yang masih muda memiliki bakat dan ambisi untuk bersinar yang ditunjukkan musim lalu. Setelah beberapa tahun bersama Swindon Town, ia lalu bergabung dengan Cherries di mana ia mencetak 12 gol dalam 47 pertandingan. Tidak hanya pemain sayap yang memiliki kemampuan mencetak gol tetapi kemampuannya untuk menciptakan percikan kecemerlangan dari peluang - peluang kecil membuat dia menjadi pemain penting. Untuk pemain muda yang baru berumur 24 tahun, ketenangannya saat menguasai bola meyakinkan fans bahwa dia adalah winger kelas atas dengan potensi untuk melakukan hal luar biasa pada waktu dia bermain.

Gaffer

Manager muda dengan banyak pengalaman
Menjadi manager favorit para penggemar, ia dikenal sebagai Eddie Howedini oleh pendukung Bournemouth ,tidak membingungkan dia dijuluki seperti itu lewat rekornya. Menyelamatkan klub yang mengalami hukuman administrasi pengurangan 17 poin di League Two setelah mengalami kesulitan keuangan,kemudian di musim selanjutnya promosi ke League One, pindah sebentar ke Burnley, kembali menangani Cherries dan kemudian meraih promosi dan menstabilkan klub di Championship.

Semua dalam waktu hanya 6 tahun sejak ia memulai karier kepelatihannya, meskipun ini orang bisa salah menyangka Eddie Howe jauh lebih tua dari umurnya sekarang yaitu 36 tahun. Seorang pelatih yang dikenal tenang dan cerdik di pinggir lapangan, Howe sangat teliti dan menyeluruh dalam melakukan pekerjaannya, sementara ia sebagai manager yang hemat dan memiliki hubungan baik dengan pers. Suatu saat nanti ia siap melatih di puncak yaitu Premier League. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah ia dapat melanjutkan karyanya sejauh ini dan membawa Bournemouth ke Premier League atau dia akan pergi untuk memenuhi impiannya ?


Verdict 

Setelah menstabilkan diri sebagai klub Championship ,sudah saatnya Bournemouth membidik hal yang lebih tinggi... Play-off promosi !


By : @Obinhartono1

Preview Championship 2014 / 2015: Saatnya Nigel Adkins Kembali Bersinar ( Reading FC )


Background

Patah hati dirasakan Reading dan pendukungnya saat melihat tim mereka kehilangan tiket Play-off setelah disalip Brighton di hari terakhir musim 13/14. Musim dimana Reading berusaha untuk kembali ke EPL setelah terdegradasi namun tidak berhasil, tapi di salah satu liga paling sulit di dunia, finis ke-7 tidaklah terlalu buruk.

Setelah musim 13/14 selesai, drama bagi Reading belum berakhir. Pemegang saham mayoritas Anton Zingarevich meninggalkan Royals. Ketidakpastian seputar kepemilikan klub membuat Nigel Adkins terkena dampak setelah rencana transfernya ditahan karena masalah ini. Adkins belum menambah kekuatan skuadnya hingga saat ini dan juga telah kehilangan striker Adam Le Fondre yang pergi ke sesama pesaing promosi Cardiff City.Akhirnya pada awal Agustus ,Chairman Sir John Madjeski menemukan pembeli klubnya yaitu konsorsium asal Thailand yang dipimpin oleh Khunying Sasima Srivikorn dan didukung oleh miliarder Samrit Bunditkitsada, yang memiliki klub yang bermain di Liga Thailand, Police United.

Transfer

Sosoknya akan dirindukan
Hingga saat ini tak ada nama baru masuk di skuad Reading. Sebaliknya beberapa pemain telah keluar, salah satunya Adam Le Fondre. Sebagai seorang striker, Le Fondre menyelesaikan musim lalu sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan raihan 15 gol ,tapi dia kini telah pergi ke Cardiff City untuk biaya dilaporkan sekitar £ 1 m. Menyusul juga defender Daniel Carrico yang pindah ke Sevilla untuk £ 1,5 m. Le Fondre akan sangat dirindukan oleh penggemar yang harap harap cemas untuk musim depan.



Key Player

Alex McCarthy sebagai kiper yang masih berusia 24 tahun telah di-isukan akan meninggalkan Madjeski Stadium beberapa musim terakhir. Kelincahan-nya dan refleks yang fantastis membantunya menjadi salah satu kiper muda terbaik di Inggris dan tentunya, Championship. Rumor kepindahannya yang selalu muncul saat bursa transfer, tetapi ia setia kepada The Royals dan sekarang siap untuk mendorong mereka kembali ke Premier League dengan timnya.

Gaffer

Magic hands of Adkins
Nigel Adkins adalah manajer yang sangat dihormati setelah beberapa tahun terakhir sangat sukses dalam me-manageri klub. Adkins juga musim ini akan merasa bahwa ia memiliki sesuatu untuk dibuktikan. Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa saat berada di Scunthorpe United dan Southampton lewat 4 kali promosi berturut-turut (masing-masing dua kali promosi) dan akan ingin menunjukkan ia masih memiliki sentuhan ajaib ketika datang untuk memimpin Reading dalam misinya untuk promosi ke EPL.

Dengan taktik yang dipikirkan dengan baik dan pendekatan manajerial  yang cerdik merupakan salah satu senjata andalannya untuk memperbaiki form Royals yang tidak stabil musim lalu yang mereka buktikan ketika bertemu Bolton Wanderers, saat itu The Trotters dihancurkan 7-1 di kandang sendiri, kemudian seri melawan sembilan orang pemain Yeovil dan kalah melawan Barnsley, dua tim terakhir akhirnya terdegradasi dan Reading kehilangan tiket Play-off. Pengetahuan dan pemikiran Adkins bisa menunjukkan kepada dunia bahwa dia orang yang tepat memimpin Reading kembali ke atas untuk memberikan kepastian masa depan klub dan dirinya sendiri.


Verdict

Tak terlalu berharap banyak, bisa stabil di papan tengah sudah cukup bagus buat Reading.Tetapi jika bisa lebih,kenapa tidak ?

By : @Obinhartono1

Preview Championship 2014 / 2015: Sekarang Saatnya, Boro! ( Middlesbrough )


Background


Selesai di papan tengah klasemen musim lalu tidak terlihat memukau di Riverside tapi hal itu didapat dari awal musim yang buruk. Setelah memulai musim dengan Tony Mowbray sebagai manager, Aitor Karanka mengambil alih di pertengahan November dan membantu untuk mengubah nasib Teesiders.

Memulai musim 13/14 dengan 1 kemenangan dari 10 pertandingan membuat pendukung Middlesbrough harap harap cemas, namun setelah Karanka mengambil alih, penampilan buruk mulai menghilang. Periode tak terkalahkan termasuk rangkaian 6 kemenangan dan sekali imbang di periode Natal membuat sebagian besar penggemar kembali tenang. Albert Adomah sangat penting di klub musim lalu saat ia selesai sebagai pencetak gol terbanyak klub serta pemain kunci lainnya, George Friend  dan Grant Leadbitter yang selalu tampil sepanjang musim bagi Boro.

Transfer

Salah satu transfer besar adalah kepergian striker Marvin Emnes yang meninggalkan klub untuk bergabung dengan Swansea dengan harga £ 1,5 m. Pemain asal Belanda yang menjadi pengaruh di Riverside sejak tahun 2008 dan akan menarik untuk melihat bagaimana Middlesbrough mengatasi masalah tanpanya. Ditambah Lukas Jutkiewicz juga pindah ke tim yang baru promosi ke EPL,Burnley.

Sementara melihat transfer masuk Boro,Tomas Mejas telah bergabung dari Real Madrid untuk membantu memperkuat posisi kiper.Di posisi pertahanan, James Husband masuk skuad Boro setelah ditukar dengan Curtis Main yang pindah ke Doncaster, serta Kenneth Omeruo yang dipinjam dari Chelsea tentu akan menjadi batu karang baru di Riverside. Enrique Garcia serta Emilio Nsue bergabung untuk memberikan dimensi penyerangan yang baru buat Teesiders.

Key Player

Nikmatilah aksi dia mengacak-acak sayap lawan!

Albert Adomah: Pemain sayap yang dilaporkan sudah menarik minat dari klub-klub seperti Nottingham Forest dan sejumlah klub Premier League. Ancaman Adomah dari sayap menciptakan mimpi buruk bagi para bek lawan dan menjadi bantuan yang diharapkan striker Boro. Jika Middlesbrough ingin menemukan sukses baru mereka di bawah Karanka ,sangat penting bahwa Adomah tetap bertahan di klub untuk membantu mereka dalam perjuangan mereka meraih promosi.

Gaffer

Aitor Karanka memulai musim penuh pertama-nya sebagai manager Boro setelah memantapkan kapal oleng Boro musim lalu. Mantan asisten pelatih ini memiliki CV mengesankan karena telah bekerja sebagai tangan kanan Jose Mourinho di Real Madrid. Reputasinya dan pengetahuan La Liga dan Liga Adelante akan membantu dia dalam usahanya untuk memperkuat timnya dan memenuhi target musim mendatang.

Akankah berakhir manis di musim penuhnya sebagai manager ?

Verdict 

Papan tengah menjadi target Middlesbrough sambil menunggu untuk dapat menerobos ke zona Play-off.Menyenangkan bukan jika bisa melihat Boro kembali lagi ke EPL ?



By : @Obinhartono1

Wednesday, August 6, 2014

Preview Championship 2014 / 2015: Let 'em Come & Feel The Roar ( Millwall )

Background

Mengakhiri musim lalu di posisi 19 bukan merupakan hal yang positif untuk Millwall,tetapi  penunjukan Ian Holloway di pertengahan musim merupakan hal positif yang mampu menyelamatkan mereka dari jurang degaradasi 

Mimpi buruk yang dialami di awal musim dibawah kendali Steve Lomas yang membawa timnya hanya menang lima pertandingan hingga Natal tiba sehingga dia dipecat dan meninggalkan klub dalam kesulitan yang mengerikannamun Holloway adalah  manager yang mampu menstabilkan Millwall yang tampak menjadi kapal yang akan tenggelam dengan rekor lebih dari delapan game tidak terkalahkan di akhir musimJika saja ia tidak diambil alihmusim lalu bisa menjadi cerita yang sangat berbeda di The Den ( markas Millwall ) dan mereka juga bisa saja tidak tampil di preview yang kami buat musim ini.

Transfer 

Lee Gregory bergabung dari Halifax Town dengan biaya yang tidak diungkapkan,serta Magaye Gueye dan Ricardo Fuller yang bergabung secara gratis setelah habis kontrak di Everton dan Blackpool dapat membantu meningkatkan opsi serangan Millwall untuk musim mendatang .Carlos Edwards juga bergabung dari Ipswich Town secara gratis. Edwards dapat menawarkan fleksibilitas di kanan karena ia mampu bermain sebagai bek kanan atau sayap kanan ,sementara itu Bryon Webster juga telah bergabung dari Yeovil Town. Webster yang berposisi bek ,memiliki tinggi 1,93 m dan dapat menawarkan kekuatan yang nyata dan kemampuan di udara untuk Millwall.

Gelandang tengah yang kuat Liam Trotter juga telah meninggalkan klub bersama Liam Feeney yang keduanya pergi ke Bolton Wanderers ditambah kapten mereka Paul Robinson yang dipinjamkan ke Portsmouth.

Key Player

Forde, pembeda di bawah mistar gawang Millwall
David Forde menjadi pemain terbaik Millwall musim lalu dan memang seharusnya begitu. Kiper asal Irlandia yang telah membuat 245 penampilan untuk klub sejak tahun 2008 telah menikmati satu musim lagi yang solid di tahun 13/14 untuk Milllwall. Memasuki tahun keenam dia di klub serta difavoritkan menjadi kapten baru The Lion di musim 14/15 ,tentunya dia akan menjadi pengaruh penting dalam kampanye Millwall di musim mendatang mendatang. Dengan Millwall yang berjuang untuk meraih sesuatu di musim yang baru, sekarang saatnya Forde untuk bersinar.


Gaffer 

Menjadi manager "spesialis" Football League tentunya bukan hal yang buruk buat Ian Holloway karena dia dapat membawa tim-nya dari bawah hingga bisa promosi ke EPL yang dibuktikan lewat Blackpool dan Crystal Palace.

Manajer Millwall ini tidak akan diharapkan untuk mendapatkan promosi dengan Millwall atau untuk mencapai final play-off musim ini, tapi dengan Championship memiliki berbagai faktor yang menghasilkan ketidakpastian ,serta keberhasilan Millwall selamat dari degradasi lewat penampilan memukau musim lalu, segala sesuatu dapat mungkin terjadi.


The only one Ian Holloway!
Verdict

Dengan materi skuad yang ada, Millwall diharapkan tidak mengulangi pengalaman musim lalu terjerembap di persaingan papan bawah dan dapat memantapkan diri di papan tengah serta mengintip peluang dan jika bisa..... menerobos ke Play-off !



By : @Obinhartono1




Preview Championship 2014 / 2015: Jangan Termakan Ambisi *lagi* ( Norwich City )

Background

Saat Premier League 2013 / 2014 dimulai, banyak yang memprediksikan Norwich City dapat melangkah jauh hingga meraih tiket ke Europa League. Bagaimana tidak, pergerakan The Cannaries di bursa transfer tahun lalu benar - benar membelalakan mata, nama - nama besar seperti Ricky van Wolfswinkel, Gary Hooper, dan Johan Elmander didatangkan untuk memastikan kepergian Grant Holt tidak akan berpengaruh dengan daya gedor Norwich. Leroy Fer, Nathan Redmond, Martin Olsson dan Javier Garrido juga didatangkan Chris Hughton untuk mejalankan tugas masing - masing. Kedatangan pemain - pemain yang kemampuannya diakui di lapangan membuat Norwich City percaya diri akan memiliki musim yang solid.



Gagal mendapat hasil positif dari pembeliannya
Sayang, dunia tidak seindah surga. Walaupun sudah membangun kekuatan dengan kedalaman squad yang cukup, Chris Hughton gagal memaksimalkan 26.5 juta Poundsterling yang telah ia keluarkan. Dari sekian banyak pemain yang tandatangannya berhasil diamankan, hanya sosok Leroy Fer yang berhasil menunjukan kemampuan terbaiknya. Mantan gelandang Twente menjadi kunci permainan Norwich musim lalu dan menyumbang 3 gol dari 29 penampilannya bersama Norwich City. Gagalnya para pemain untuk menyatu sebagai sebuah tim berbuah hasil buruk, dan Chris Hughton - pun kehilangan pekerjaannya menjelang akhir musim.

Alan Bowkett sebagai chairman Norwich menunjuk Neil Adams sebagai pengganti Hughton. Adams memiliki prestasi mengkilau dalam melatih para pemain muda, namun ia belum siap menangani tim utama. Hal ini telihat dari 4 kekalahan dan hanya meraih 1 hasil imbang dari laga yang ia pimpin. Pertanyaan mulai muncul, apakah keputusan yang tepat melepas jasa Hughton saat klub sudah menatap Championship ?

Jawabanya adalah tidak. Jika ada seseorang yang berhasil mengangkat klub degradasi untuk langsung kembali ke Premier League, Chris Hughton merupakan salah satunya. Ia pernah melakukan hal tersebut bersama Newcastle dan hampir meraih hal serupa saat menangani Birmingham City. Sangat disayangkan Bowkett yang sudah memiliki komitmen tinggi untuk membangun Norwich City termakan ambisi dan tidak memberi waktu lebih untuk Hughton.

Transfer

Hingga saat ini Neil Adams baru mendapatkan 3 pemain, yaitu, Kyle Lafferty dari Palermo, Gary O'Neil dari Queens Park Rangers dan Lewis Grabban dari Bournemouth. Ketiga pemain tersebut masuk menggantikan David Fox, Carlo Nash, Robert Snodgrass serta Ricky van Wolfswinkel yang diasingkan ke Saint-Etienne. Walaupun terlihat pasif dan tidak merekrut nama tenar, Neil Lennon sepertinya mendapatkan pemain - pemain yg ia butuhkan.

Nama yang luput dari media
Lafferty merupakan produk akademi Burnley yang lama membela klub skotlandia, Glasgow Rangers, sehingga adaptasi bukanlah masalah untuknya. Gary O'Neil merupakan salah satu gelandang yang cukup berperan dalam keberhasilan QPR promosi, ia bermain 29 kali dibawah komando Harry Redknapp musim lalu dan dibanding bermain sebagai sayap seperti beberapa tahun lalu, O'Neil kali ini lebih sering menjadi gelandang tengah. Lewis Grabban juga bukanlah striker kacangan, di Championship ia telah mencetak 22 gol dan menyumbang 6 assist dari 44 penampilannya untuk Bournemouth.

Key Players

Nathan Redmond diwajibkan untuk meningkatkan performanya menggantikan tugas Robert Snodgrass yang hijrah ke Hull City. Anthony Pilkington, Alex Tettey, Wesley Hoolahan dan Sebastian Bassong akan tetap menjadi kunci permainan tim seperti musim - musim sebelumnya. Lini depan Norwich akan sangat terbantu pula dengan kedatangan Lewis Grabban yang musim lalu memiliki raihan gol melebihi striker - striker tim promosi, Danny Ings (21), David Nugent (20) dan Charlie Austin (17).

Ada pula nama Josh Murphy, winger 19 tahun yang merupakan anak didik Neil Adams sejak masih di tim muda Norwich. Adams yang tahu kemampuan pemain muda Inggris tersebut mungkin akan memberikan kepercayaan lebih walaupun hanya memulai dari bangku cadangan.

The Gaffer

Neil Adams & J.Murphy setelah menjuarai FA Cup
Championship merupakan salah satu wadah dimana para pemain - pemain muda atau yang kekurangan jam terbang saat membela klubnya di Premier League mendapatkan kepercayaan lebih untuk menunjukan talentanya. Banyaknya pemain - pemain ternama yang ogah bermain di divisi kedua menjadi faktor utama hal tersebut, dan Championship juga bisa menjadi tempat bagi Neil Adams yang telah berprestasi memoles pemain muda untuk menunjukan kapasitasnya. Sebelum ditunjuk menggantikan Chris Hughton, Adams baru mengangkat piala FA Youth Cup bersama Josh Murphy dan kolega. Saat masih aktif bermain ia juga penah menjuarai Second Division bersama Oldham Athletic. Pengalaman Adams mungkin masih minim, namun bukan berarti ilmu yang ia miliki sama dengan pengalamannya.

Verdict

Melihat semakin ketatnya persaingan di Championship, Norwich City bersama Neil Adams mungkin akan bertarung mempertahankan hidup mereka di kasta kedua sepakbola Inggris dengan susah payah, namun tetap ada kemungkinan bagi Norwich melepaskan diri dari 'godaan' League One dan mengakhiri musim diantara posisi 13 hingga 18.



By: @adrieedu

Preview Championship 2014 / 2015: Kembali dari 0 ( Fulham )

Background

Pada Juli tahun 2013 silam klub asal London ini memiliki owner baru, seorang pengusaha asal Pakistan, Shahid Khan mengambil alih Craven Cottage dengan dana 150 - 200 juta Poundsterling dari pemilik sebelumnya, Mohamed Al - Fayed. Shahid Khan langsung menegaskan ambisinya untuk menjadikan Fulham sebuah klub yang bermain di kompetisi eropa. Martin Jol yang saat itu tetap dipercaya menunggangi The Cottagers diberi dana segar untuk memperkuat squad. Pelatih kebangsaan Belanda tersebut mendatangkan nama - nama besar seperti Derek Boateng dari Dnipro, defender Athletic Bilbao Amoribieta, hingga kiper tim nasional Belanda, Maarten Stekelenburg dan mantan pemain tim nasional Inggris, Darren Bent dan Scott Parker. Sayangnya kenyataan tidak sesuai harapan.


Al = Fayed & Shahid Khan

Belum setengah musim berjalan, Martin Jol dipecat akibat raihan buruk, 5 kemenangan dan 10 kekalahan. Rene Muelensteen ditunjuk sebagai manager baru Brade Hangeland dan kawan - kawan, ia mendatangkan striker kaliber asal Yunani, Kostas Mitroglou, meminjam jasa Lewis Holtby dari Tottenham dan gelandang pekerja keras asal Demark, William Kvist dari Stuttgart guna mengangkat posisi Fulham, namun kinerja Muelensteen sama dengan Martin Jol dengan hanya mengemas 15 poin hasil 4 kemenangan dan 3 hasil seri dari 17 pertandingan, Shahid Khan - pun tidak ragu mencoret namanya dari keanggotaan klub.

Selanjutnya nama tenar kembali ditunjuk Shahid Khan untuk menyelamatkan klub, Felix Magath adalah sosok yang tertarik dan menerima tantangan tersebut. Ia ditunjuk sebelum bursa transfer musim dingin 2013/2014 berakhir sehingga dapat menambah beberapa amunisi baru. dan memulangkan Clint Dempsey menjadi langkah yang sangat disenangi oleh para supporter Fulham. Sial bagi Magath, ia datang disituasi yang sangat rumit sehingga tetap gagal menyelamatkan klub dari degradasi. Pada akhirnya Fulham kembali terdepak dari Premier League setelah 13 tahun berkiprah di divisi tertinggi sepakbola Inggris tersebut.

Mungkin ini merupakan sebuah penanda era baru di Craven Cottage, mengingat Mohamed Al - Fayed membeli Fulham pada tahun 1997, saat mereka baru saja menginjakan kaki di divisi 3 atau sekarang dikenal dengan League One. Al - Fayed yang hanya mengeluarkan dana 6 juta Poundsterling untuk membeli Fulham, ikut membangun klub harus menunggu 5 tahun sebelum dapat melihat Fulham promosi ke Premier League hingga menembus final Europa League pada 2010. Sekarang giliran Shahid Khan menunjukan kecintaannya, layaknya Al - Fayed yang bertualang 17 tahun membentuk Fulham sebagai salah satu klub langganan Premier League.


Transfer

Setelah musim lalu banyak melakukan bongkar pasang pemain, Fulham yang kali ini sejak awal ditangani oleh Felix Magath tidak terlalu aktif mengincar nama - nama besar pada bursa transfer musim panas. Sejauh ini hanya nama Ross McCormack yang cukup mengegerkan dengan banderol lebih dari 10 juta Pounds. Selain McCormack, nama - nama familiar, Sam Hutchinson, Adi Chihi, Tim Hoogland, Kay Voser dan Nikolay Budorov juga didaratkan Magath ke Craven Cottage. Mantan manager Wolfsburg juga memperhatikan nasib para pemain muda. Ia bahkan mendatangkan beberapa talenta untuk diasah seperti Thomas Einsfeld (21), Adam Taggart (21), serta meminjam bek 20 tahun, Konstatinos Stafylidis dari Bayer Leverkusen.

Para pemain - pemain senior layaknya Damien Duff, Brade Hangeland, John Arne Riise dan Johnny Heitinga dilepas Felix Magath. Menyisakan Hugo Rodalegga, Scott Parker dan Maarten Stekelenburg untuk mengambil alih kepemimpinan di ruang ganti.

Key Players

Kehilangan begitu banyak pemain - pemain berpengaruh seperti kapten Brade Hangeland dan Damien Duff, Fulham dipastikan akan memiliki sosok kunci baru di Championship 2014 / 2015. Scott Parker diharapkan dapat melaksanakan tugasnya sebagai kapten dengan baik, di dalam ataupun di luar lapangan. Ross McCormack juga akan menjadi sorotan, dibeli dari Leeds United dengan harga tinggi, tentu ekspektasi besar berada di pundaknya. McCormack akan bahu membahu dengan Hugo Rodallega di lini depan Fulham guna merusak gawang setiap lawan yang mereka hadapi.

Roberts harus diberi kesempatan sebelum diredupkan media

Selain ketiga pemain tersebut, 2 pemain muda Fulham juga layak diberi perhatian lebih, striker Perancis yang sempat dirumorkan menjadi rebutan klub - klub besar, Moussa Dembele, ia juga dijuluki sebagai "The Next Didier Drogba". Selain penyerang yang memiliki nama sama dengan mantan gelandang Fulham, adapula winger calon bintang masa depan tim nasional Inggris, Patrick Roberts. Pemain kelahiran 1997 ini memiliki kecepatan tinggi, teknik berkelas dan juga tendangan jarak jauh yang sering kali merepotkan kiper. Fulham bahkan membanderol pemain tersebut 15 juta Poundsterling jika ada yang ingin membawanya pergi dari Craven Cottage.



The Gaffer

Felix Magath bertahan

Ya, ia bertahan. Walaupun gagal menyelamatkan Fulham dari degradasi, Shahid Khan tetap mempercayakan pria 61 tahun ini sebagai manager timnya. Nama Felix Magath bukanlah sesuatu yang asing, dunia sudah tahu bahwa tangan dinginnya pernah memoles klub - klub papan atas seperti Schalke 04 dan Bayern Munchen. Bukan berarti Magath tidak memiliki kekurangan, terlihat dari rekor 3 kemenangan dan 6 kekalahan yang ia terima dari 12 pertandingan selama di Premier League, Felix Magath yang sudah malang melintang keliling Jerman belum dapat beradaptasi dengan klub Inggris. Saat ini Magath telah berada di London selama setengah tahun, dan dapat dipastikan banyak hal yang ia pelajari untuk memahami klub - klub Inggris dan memajukan prestasi Fulham.

Verdict

Squad Fulham saat ini mayoritas berisikan pemain muda serta mereka yang minim pengalaman di sepakbola Inggris, sepertinya membutuhkan 2 - 3 musim sebelum Fulham kembali ke Premier League. Untuk musim 2014 / 2015, finish sedikit di bawah zona playoff sudah menjadi musim yang baik untuk Fulham.



by: @adrieedu

Preview Championship 2014 / 2015: Hati - Hati Lee Clark! (Birmingham City)

Background

Paul Caddis, Juliano Belletti milik Birmingham City
As you go through life it's a long, long road. There'll be joys and sorrows too..As we journey on we will sing this song for the boys in royal blue.

Lirik lagu "Keep Right On to The End of The Road" milik Sir Harry Lauder ini telah diadopsi oleh para supporter Birmingham City untuk menjadi penyemangat tim kesayangan mereka. Lirik tersebut telah memberi sedikit gambaran bahwa para pendukung The Blues tahu perjalanan tidak akan mudah, namun bukan menjadi alasan mereka untuk menyerah. Musim lalu, 2013 / 2014, Paul Robinson dan kawan - kawan hampir saja terjerumus ke League One, namun gol dari mantan bek Glasgow CelticPaul Caddis ke gawang Bolton Wanderers di partai final Championship 2013/2014 hadir menjadi penyelamat. Birmingham City akhirnya bertahan di divisi dua sepakbola Inggris tanpa pernah sekalipun merasakan kemenangan beruntun, menjerumuskan Doncaster Rovers yang memiliki poin sama (44) namun kalah dalam selisih gol. Tentu bukanlah musim yang ingin mereka ingat, namun tetap tak dapat dilupakan.


Transfer

Saat ini Birmingham City sedang dalam masa - masa krisis, dimana pemilik klub Birmingham International Holder Limited (BIHL) terus mempersulit penjualan klub ke para investor - investor yang berminat. Sikap BIHL tesebut terus dikecam pihak supporter yang menginginkan klub mereka dikelola oleh pihak yang benar - benar peduli untuk memajukan Birmingham City. Walaupun begitu, kisruh kepemilikan yang ada tidak menganggu Lee Clark membangun tim untuk menghadapi pertempuran di Championship 2014/2015.

Wes kembali ke St.Andrews

Sejauh ini tidak ada pemain yang memberi pemasukan kepada klub, mantan manager Huddersfield Town tersebut lebih memilih untuk membiarkan pemain - pemain yang sudah ia anggap uzur untuk hijrah secara cuma - cuma ke klub lain. Nikola Zigic (33), Peter Lovenkrands (34), Hayden Mullins & Wade Elliot (35), semua dilepas setelah kontraknya habis pada akhir musim lalu. Birmingham City juga kehilangan sosok kunci, Chris Burke yang hijrah ke Nottingham Forest tanpa mendapatkan sedikitpun keuntungan dari transfer pria asal Skotlandia tersebut. Sebagai gantinya, 10 pemain didatangkan ke St.Andrews - kandang Birmingham City -:

- Clayton Donaldson ( ST/ Brentford / Free)
- Gavin Gunning (CB / Dundee United / Free)
- Stephen Gleeson ( CM / MK Dons / Free)
- Wes Thomas ( ST/ Bournemouth / Undisclosed)
- Denny Johnstone ( ST / Celtic / Undisclosed)
- Jonathan Grounds ( LB / Oldham / Free)
- David Edgar ( CB / Burnley / Free)
- David Coterrill ( RM / Doncaster Rovers / Free)
- Mark Duffy ( RM / Doncaster Rovers / Undisclosed)
- Grant Hall ( CB / Tottenham Hotspurs / Loan)
Hal yang paling mengejutkan bukanlah bagaimana Birmingham City kedatangan begitu banyak pemain secara gratis, melainkan sedikitnya pemain pinjaman yang direkrut Lee Clark. Sang Manager sendiri telah berkomitmen untuk tidak menggantungkan nasib tim-nya di pundak pemain klub lain, seperti Ravel Morrison dua musim lalu atau Jesse Lingard pada musim 2013/2014. Nama Wes Thomas dan David Edgar juga pernah bekerja sama dengan Clark sebelumnya, sehingga ia tahu betul karakteristik keduanya.

Key Players 

Pada musim 2013 / 2014, Darren Randolph (GK) menjadi andalan Birmingham City, kiper asal Iralandia ini menjadi salah satu tembok terakhir terbaik Championship. Randolph juga menjadi salah satu faktor kesuksesan klub lolos dari degradasi, dan ia akan tetap menjadi kunci Birmingham City musim ini. Pada lini depan terbantu oleh kehadiran Jesse Lindgard & Macheda yang dipinjam dari Manchester United, namun adapula nama Lee Novak yang sering kali mencetak gol - gol spektakuler dan krusial walaupun lebih sering dipasang di lini kedua. Kehadiran Clayton Donaldson dari Brentford yang memiliki kecepatan dan trick - trick brilliant untuk merusak pertahanan lawan dapat membuat Lee Clark mengembalikan "Champagne SuperNovak" ke posisi alaminya sebagai seorang striker.

Winger muda jebolan akademi, Demarai Gray serta pemain anyar Mark Duffy juga patut mendapatkan perhatian lebih. Pergerakan keduanya menyisir sayap dapat sangat membantu musim ini.


The Gaffer

Lee Clark akan menjalani musim ketiganya sebagai manager Birmingham City. Pada musim pertama-nya, tekanan dari supporter sangatlah kuat mengingat sosok yang ia gantikan adalah Chris Hughton, pelatih yang berhasil mengantar klub ke semi - final Playoff sembari menginjakan kaki di kompetisi Europa League. Saat itu Lee Clark hanya berhasil mengantar Birmingham ke posisi 12 klasemen Championship, dan musim lalu Sang manager gagal meraih satupun kemenangan beruntun sehingga harus berombang - ambik di papan bawah klasemen.

Pelajaran dari musim - musim sebelumnya sudah ia petik, dengan mengurangi pemain pinjaman dari liga yang tinggi dan lebih memilih mengontrak pemain murah namun berkompeten untuk klub, meski didatangkan dari divisi yang lebih rendah. Hal ini akan membuat Lee Clark lebih dapat menentukan pemain - pemain terbaik setiap minggunya tanpa adanya batasan waktu dalam penggunaan jasa pemain.

Musim 2014 / 2015 bisa jadi musim terakhir mantan pemain Fulham melatih Birmingham City jika ia gagal mengantar klub sekota Aston Villa tersebut mengakhiri musim di 10 besar.

Verdict

Setelah hampir terdegradasi ke League One musim lalu, berada di atas posisi 20 mungkin sudah cukup bagus untuk Birmingham City, namun jika mereka berhasil menunjukan konsistensi yang hilang musim lalu bukan tidak mungkin mereka berada di 10 besar atau bahkan zona playoff.


BY: @adrieedu